NURAISYA RIZDEWITA
Hallo nama saya, Nuraisya Rizdewita, lahir pada 8 Agustus 2005, anak ketiga dari empat bersaudara, merupakan mahasiswa jurusan Manajemen di STIE Tuah Negeri. Selain fokus dalam bidang akademik, saya juga aktif mencari pengalaman di luar kelas untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja serta kehidupan sosial yang dinamis.
Ngomongin soal mimpi, aku punya satu keinginan besar: aku ingin jadi orang sukses dan kaya raya. Tapi bukan hanya buat diri sendiri—aku ingin bahagiain orang tua, bantu orang-orang terdekat, dan juga berbagi dengan mereka yang benar-benar membutuhkan. Melihat orang lain tersenyum karena uluran tangan kita, itu rasanya nggak bisa digantikan dengan apa pun.
Di balik semua aktivitas itu, aku punya satu impian besar yang selalu aku doakan: bisa umrah bersama keluarga. Aku ingin membahagiakan orang tua dan merasakan momen spiritual itu bersama orang-orang terdekat. Buatku, itu bukan sekadar perjalanan, tapi bentuk syukur dan harapan untuk hidup yang lebih baik.
Kalau ditanya soal harapan, aku punya impian besar yang selalu aku bawa dalam doa. Pertama, aku ingin punya rumah sendiri—bukan rumah besar yang mewah, tapi rumah yang hangat, nyaman, dan penuh ketenangan. Tempat di mana aku bisa pulang, membangun hidup, dan menciptakan banyak momen bahagia. Yang kedua, aku juga berharap suatu hari nanti bisa menikah dengan orang yang tepat. Bukan sekadar menikah, tapi membangun kehidupan bersama seseorang yang bisa diajak tumbuh, saling menguatkan, dan menjalani suka duka bareng. Bukan yang sempurna, tapi yang tahu cara bertahan dan memperjuangkan..
Saya selalu peduli dengan perasaan orang lain dan punya sikap positif meski sedang menghadapi kesulitan. Sebagai orang yang mudah bergaul, saya selalu bisa membuat suasana jadi hidup. Saya juga sangat perhatian, sabar, dan siap membantu kapan saja. Meskipun tegas dalam mengambil keputusan, saya sangat penyayang dan selalu ada untuk orang yang saya sayangi. Selain itu, saya pandai membuat orang tertawa dengan lelucon saya, sehingga selalu bisa mencerahkan hari orang lain.
Aku pernah ikut seleksi CPNS, sebuah pengalaman yang bikin aku belajar lebih disiplin dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan secara sehat. Walaupun belum berhasil, tapi aku anggap itu sebagai langkah awal menuju sesuatu yang lebih besar.
Dan satu pengalaman yang juga berkesan, aku pernah jadi relawan pajak. Di situ aku ikut membantu edukasi perpajakan kepada masyarakat, dan dari sana aku belajar berkomunikasi dengan berbagai kalangan serta memperluas wawasan tentang dunia perpajakan.
Aku juga pernah jadi panitia pemilu, di mana aku belajar kerja sama tim, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga netralitas dalam menjalankan tugas.